Tim II KKN UNDIP Tahun 2018 Jalankan Program Revolusi Mental

PEMALANG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan program Revolusi Mental di Desa Kwasen, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang. Program yang dijabarkan dalam berbagai kegiatan itu telah digelar mulai 10 Juli hingga 19 Agustus lalu.
Salah satu anggota KKN Tim II Undip Mirza Hanif Al Falah mengatakan, program Revolusi Mental merupakan tugas dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tagline yang digunakan pada tahun ini adalah #GerakanIndonesiaMelayani.
Dimana sasaran utama program ini adalah sistem pemerintahan desa, yang meliputi perangkat desa, kinerja, dan fasilitasnya. Kami sebagai mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam menyukseskan program tersebut. Salah satunya tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni tentang pengabdian kepada masyarakat,” katanya kemarin.
Ia menjelaskan, berbagai kegiatan sudah selesai dilaksakan secara keseluruhan pada Kamis, (16/8) lalu. Lanjutnya, terdapat empat program dalam kegiatan ini. Diantaranya pendampingan pengelolaan dana desa, pendampingan alur pembuatan akte kelahiran, sosialisasi program 3S (Senyum, Sapa dan Salam), dan sistem informasi desa.
“Seluruh elemen masyarakat di Desa Kwasen sangat antusias mengikuti program yang kami jalankan. Bahkan, para pemangku kepentingan seperti kepala desa, perangkat dan lainnya juga mendukung kegiatan ini,” urainya.
Dia berharap, melalui adanya program tersebut bisa meningkatkan kinerja para pemangku jabatan di Desa Kwasen. Sehingga, masyarakat akan lebih merasa terayomi dan terlayani dengan baik. “Lebih dari itu, pendampingan dana desa yang kami lakukan juga diharapkan bisa meningkatkan kompetensi para perangkat desa. Sehingga menghindarkan dari tindakan menyimpang, seperti korupsi atau maladministrasi,” harapnya.

Tim II KKN UNDIP Tahun 2018 Kembangkan Ide Konsep Pariwisata Taman Senja di Desa Kwasen Kec. Bodeh Kab. Pemalang

Pemalang – Tim II Kuliah kerja Nyata (KKN) UNDIP melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada Pemerintah Desa dan karang taruna agar dapat mengelola objek wisata Taman Senja yang terletak di desa Kwasen, kecamatan Bodeh. Hal ini bertujuan untuk menjadikan taman senja sebagai objek wisata yang mempunyai daya pikat tinggi serta dapat meningkatkan pendapatan desa dan warga setempat. Selain itu juga, agar lahan perhutani yang hanya sebagian ditanami pohon jati dan pohon pinus dapat dimanfaatkan.

Tim yang diketuai oleh Mirza Hanif Al Falah, dan beranggotakan 11 mahasiswa dari 4 fakultas yang berbeda ini membuat ide konsep pariwisata taman senja dalam bentuk skema 2D. Sekma tersebut kemudian direalisasikan dalam bentuk prototype 3D yang menggambarkan wujud mini taman senja. Prototype dengan ukuran (2×1) meter ini dibuat selama masa KKN yang disesuaikan dengan keadaan sesungguhnya di taman senja dan dibantu oleh karang taruna desa Kwasen. Bernamakan Taman Senja karena senja dapat terlihat indah dari atas bukit tersebut.

Dengan melakukan branding melalui media sosial yang menunjukkan pesona keindahan taman senja yang dilengkapi dengan spot foto, musholla, toilet, tempat makan serta tempat bermain. Hal ini dilakukan agar Taman Senja menjadi objek wisata yang diminati oleh pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah.

“Tim II KKN UNDIP Tahun 2018 Kembangkan Ide Konsep Pariwisata Taman Senja di Desa Kwasen Kec. Bodeh Kab. Pemalang”

Pemalang – Tim II Kuliah kerja Nyata (KKN) UNDIP melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada Pemerintah Desa dan karang taruna agar dapat mengelola objek wisata Taman Senja yang terletak di desa Kwasen, kecamatan Bodeh. Hal ini bertujuan untuk menjadikan taman senja sebagai objek wisata yang mempunyai daya pikat tinggi serta dapat meningkatkan pendapatan desa dan warga setempat. Selain itu juga, agar lahan perhutani yang hanya sebagian ditanami pohon jati dan pohon pinus dapat dimanfaatkan.

Tim yang diketuai oleh Mirza Hanif Al Falah, dan beranggotakan 11 mahasiswa dari 4 fakultas yang berbeda ini membuat ide konsep pariwisata taman senja dalam bentuk skema 2D. Sekma tersebut kemudian direalisasikan dalam bentuk prototype 3D yang menggambarkan wujud mini taman senja. Prototype dengan ukuran (2×1) meter ini dibuat selama masa KKN yang disesuaikan dengan keadaan sesungguhnya di taman senja dan dibantu oleh karang taruna desa Kwasen. Bernamakan Taman Senja karena senja dapat terlihat indah dari atas bukit tersebut.

Dengan melakukan branding melalui media sosial yang menunjukkan pesona keindahan taman senja yang dilengkapi dengan spot foto, musholla, toilet, tempat makan serta tempat bermain. Hal ini dilakukan agar Taman Senja menjadi objek wisata yang diminati oleh pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah.